Piala Dunia 2010 : Review Babak Penyisihan Grup

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 diwarnai dengan kegagalan dua tim besar, yakni Italia dan Prancis. Dua tim kuat Eropa ini tidak mampu meraih kemenangan dalam penyisihan grup. Hanya bermain imbang dalam dua pertandingan dan kalah pada laga terakhir.

Timnas Prancis juga harus menjalani investigasi dari FIFA terkait dengan aksi mogok para pemain sejak dipulangkannya Nicolas Anelka. Timnas Italia yang sering mempunyai kebiasaan start yang lambat, akhirnya juga harus pulang karena terlambat untuk bangkit saat melawan Slowakia juga tidak bisa dimaksimalkan oleh Italia.

Tim lainnya yang terakhir lolos ke babak 16 besar Piala Dunia adalah Spanyol dan Chile. Spanyol lolos sebagai juara grup setelah menang dengan skor 2 – 1 atas Chile. Sedangkan Swiss gagal untuk memenangkan pertandingan melawan Honduras dan gagal memanfaatkan kekalahan Chile. Seandainya Swiss mampu menang besar dalam melawan Honduras, maka Swiss akan menemani Spanyol ke babak 16 besar Piala Dunia.

Dan kabar baik bagi tim ASIA, yakni Korea Selatan dan Jepang untuk pertama kalinya mampu melewati penyisihan grup Piala Dunia di luar negaranya sendiri. Tim Afrika yang diunggulkan juga gagal lolos antara lain seperti Nigeria, Kamerun, Afrika Selatan, dan Pantai Gading. Tim Afrika yang mampu lolos pada babak penyisihan hanya Ghana.

Baca JugaPertama Kalinya Piala Dunia di Africa Tahun 2010

Jepang dan Korea Selatan yang awalnya diremehkan tim lain, mereka mampu membuktikan bahwa mereka pantas mendapatkan tiket ke 16 besar Piala Dunia. Penampilan gemilang Jepang saat mengalahkan Denmark dengan skor 3 – 1 menunjukkan bahwa Jepang tidak bisa diremehkan.

“Jepang saat ini semakin matang di Piala Dunia. Kami semua berharap Jepang mampu melangkah lebih jauh dibandingkan pada Piala Dunia 2002,” kata Hidetoshi Nakata, yang merupakan pemain legenda Jepang.

Langkah Jepang harus terhenti ketika dikalahkan Turki dengan skor 1 – 0 melalui gol tunggal dari Umit Davala. Kegagalan Jepang juga diikuti Ghana setelah dikalahkan Jerman dengan skor tipis 1 – 0, namun merupakan kebanggaan bagi Ghana karena bermain tanpa Michael Essien dan hanya kalah dengan skor yang tipis dari Jerman.

Duel maut antara Jerman dan Inggris merupakan biggest macth pada babak 16 besar. Pertarungan ini menjadi bahan perbincangan publik karena dua tim ini sama – sama mempunyai suporter garis keras, agresif, dan dikenal sebagai tukang pembuat onar.

Jerman yang mempunyai pengalaman buruk saat dikalahkan Inggris dengan skor 5 – 1 dalam kualifikasi Piala Dunia 2002 tidak pernah lupa akan kejadian itu. Jerman dipermalukan oleh Inggris yang hanya mengandalkan pemain mudanya yang berusia 25 tahunan. Michael Owen mencetak hattrick saat laga ini yang masih berusia 22 tahun.

Pertemuan big match lainnya juga akan tersaji ketika Spanyol bertemu dengan Portugal di Cape Town. Spanyol dan Portugal sama – sama menunjukkan grafik permainan yang semakin baik dan sama – sama dihuni oleh para pemain bertalenta.

Tim lainnya, yakni Argentina dan Belanda pada babak penyisihan juga tampil dengan mengesankan. Diketahui bahwa Argentina dan Belanda adalah tim yang selalu meraih kemenangan.

Mampukah tim dari Amerika, yakni Meksiko menghentikannya? dan apakah Chile mampu mengalahkan juara Piala Dunia lima kali yaitu Brasil? Sangat menarik untuk kita nantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *