Pertarungan di Santiago pada Piala Dunia 1962

Piala Dunia pada tahun 1962 dengan Chile yang menjadi tuan rumah berlangsung pada tanggal 30 Mei sampai dengan 17 Juni 1962. Ini merupakan kali ketiganya Piala Dunia diadakan di benua Amerika Latin.

Total sebanyak 57 negara yang berasal dari enam benua, mereka bersaing untuk memperebutkan 14 tiket dari total 16 tiket ke Chile. Sebanyak dua tiket tentu sudah menjadi jatah dari tuan rumah dan juara bertahan waktu itu, yakni Brasil.

Chile pada Piala Dunia 1962 berhasil menjadi juara tiga setelah dirinya kalah dari Brasil di semifinal dengan skor 2 – 4. Chile bertemu dengan Yugoslavia dan berhasil mengalahkan Yugoslavia dengan skor 1 – 0 yang dicetak oleh Rojas pada akhir pertandingan. Sebelumnya Yugoslavia juga kalah dari Cekoslovakia dengan skor 3 – 1.

Di partai final, Brasil menghadapi Cekoslovakia dan berhasil menjadi juara dengan skor 3 – 1 lewat gol yang dihasilkan dari Amarildo, Zito dan Vava. Sedangkan satu gol Cekoslovakia dihasilkan oleh Josef Masopust. Masopust juga pernah melatih timnas junior Indonesia pada tahun 1980-an akhir sampai dengan 1990-an akhir.

Piala Dunia 1962 dikenal dengan Piala Dunia yang paling kotor. Hal ini dikarenakan selain hubungan kedua negara antara Italia dan Chile yang memanas, hubungan ini juga dibawa kelapangan pertandingan. Timnas Italia harus dikawal ketat pada saat datang dan keluar lapangan.

Sejak awal pertandingan susah memanas ketika salah satu pemain Italia menendang pemain Chile, yakni Honorino Londo, adanya kejadian itu membuat pertandingan semakin memanas. Pemandangan pada pertandingan itu seketika menjadi seperti pertandingan gulat, dimana banyak baku hantam pada pertandingan ini.

Puncak pada pertandingan panas ini adalah ketika pemain Italia menghajar salah satu pemain Chile dengan kaki dan dibalas dengan pukulan yang mengakibatkan patahnya hidung pemain Italia yang bernama Humberto Maschio. Lucunya, tidak ada hukuman bagi pemain Chile, hukuman diberikan oleh wasit kepada pemain Italia. Kejadian ini dikenal dengan nama “Battle of Santiago”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *