Perbandingan Para Tim Debutan di Piala Dunia

Menjelang bulan Juni, dua negara akan merasakan untuk pertama kalinya akan merasakan keyakinan, kepuasan, serta kesedihan yang bisa saja mengikuti negara mereka pada Piala Dunia 2018 Rusia. Yakni Islandia dan Panama akan mempunyai kesempatan langkah pertama mereka di panggung dunia untuk melawan Argentina dan Belgia.

Mengingat tugas pertama laga pembukaan yang sulit, kedua negara ini akan melihat kembali sejarah sejarah Piala Dunia dan mendapatkan beberapa inspirasi dengan mengingat beberapa partai debutan yang paling mengesankan. FIFA.com melihat kembali melalui arsip untuk mengingat partai – partai debutan itu, antara lain:

1966: Portugal berhasil mendapatkan perunggu

Setelah tiga debutan, yakni Irlandia Utara, Uni Soviet, dan Wales mampu sampai pada tahap perempat final di Swedia 1958, Portugal juga dapat mencapai semi final di Inggris 1966. Diperkuat oleh Eusebio, pihak Otto Gloria mengejutkan dunia dengan hasil yang luar biasa, tak terkecuali dengan kemenangan 3-1 mereka melawan saat melawan Brasil.

Pada perempat final mereka melawan Korea DPR adalah pertandingan yang menentukan turnamen mereka meskipun tertinggal 0 – 3 saat tersisa 25 menit babak pertama, Timnas A Selecao das Quinas berjuang kembali untuk menang 5-3, berkat kecemerlangan empat gol dari Eusebio, yang mampu membimbing timnya ke semifinal melawan tuan rumah.

Hal ini menjadi satu tahap pencapaian yang luar biasa bagi Portugal, di semi final mereka menyerah 2-1 dari Inggris, namun mereka memenangkan pertandingan untuk tempat ketiga melawan Uni Soviet. Gol Eusebio melawan Soviet adalah gol kesembilan dari turnamen, total gol yang ia buat membawa ia meraih Sepatu Emas Adidas.

1998: Kroasia hampir memupuskan pesta Prancis

Tiga dari empat tim debutan di Prancis 1998 ditarik ke grup yang sama, dan tidak ada yang mampu membuat dampak yang besar seperti Kroasia. Timnas dibawah asuhan Miroslav Blazevic menarik perhatian publik dengan gaya dan semangat mereka, serta hasil yang mereka raih.

Mereka menyingkirkan Jamaika dan Jepang, sebelum nyaris menyerah dengan Argentina di Grup H, tetapi itu adalah babak dimana sistem gugur sudah dijalani. Setelah kekalahan mereka dari Rumania datanglah pertandingan yang benar-benar menentukan mereka, yakni kemenangan 3-0 yang menakjubkan atas tiga kali peraih Juara Dunia yaitu Jerman.

Davor Suker membawa Kroasia unggul melawan tuan rumah Prancis saat di semifinal, hasil yang luar biasa. Namun kesempatan mereka sirna setelag gol penentu Lilian Thuram. Seperti halnya Portugal pada tahun 1966, debut ketiga pada tempat ketiga dan memiliki pemenang Sepatu Emas adidas, dengan serangan Suker melawan Belanda dalam pertandingan mereka untuk meraih kemenangan di tempat ketiga dan menjadi daftar pencetak gol terbanyak,yakni enam gol.

2002: Pembuktian Timnas Senegal

Meskipun ada peningkatan jumlah tim Afrika yang lolos ke Amerika Serikat 1994 (tiga tim) dan Prancis 1998 (lima tim), tidak ada yang seperti Timnas Kamerun pada tahun 1990 yang maju ke babak delapan besar Piala Dunia. Itu terulang di Korea / Jepang 2002, ketika Timnas Senegal membuktikan kedatangan mereka dalam gaya bermain yang bagus, dengan mengalahkan sang Juara Piala Dunia, yakni Prancis.

Kemenangan luar biasa mereka berkat gol dari Papa Bouba Diop di Seoul, memulai sebuah debutan yang penuh semangat dan gairah. Skor imbang melawan Denmark dan Uruguay membuat mereka lolos ke babak sistem gugur sebelum mereka akhirnya mengalahkan Swedia, berkat Gol Emas ke-16 Henri Camara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *