Nishino Yakin Jepang Bisa Lolos ke Babak ‘Knock Out’

Akira Nishino telah mendiskusikan pengangkatannya yang tiba-tiba sebagai pelatih Jepang dan apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai fase knockout di Piala Dunia 2018 Rusia.

Setelah penampilan Timnas Jepang yang mengecewakan pada akhir bulan Maret, dengan hasil imbang 1-1 melawan Mali dan kalah 2-1 dari Ukraina. JFA memecat Vahid Halilhodzic, meskipun hanya mempunyai waktu selama dua bulan sebelum mereka memulai pertandingan pertama di Grup H melawan Kolombia di Saransk dalam Piala Dunia 2018 . Jepang secara mengejutkan memilih langsung Nishino, sejak klub nasional Jepang, yakni Nagoya Grampus terpilih untuk memperbarui kontraknya setelah musim 2005 mereka.

“Saya akan memberikan segala kemampuan saya untuk membentuk sebuah tim di Rusia,” kata pria yang menjadi pemimpin saat mengalami kekalahan 1-0 Jepang dari Brasil, yang menurunkan Dida, Aldair, Roberto Carlos, Juninho Paulista, Rivaldo, Bebeto dan Ronaldo, di Olimpiade Putra Turnamen Sepakbola Atlanta 1996. “Saya merasakan tanggung jawab yang kuat. Saya sudah lama tidak berada di lapangan selama dua tahun, dan sekarang saya harus membuat pikiran dan tubuh saya bersatu sebagai seorang pelatih timnas.

“Saya tidak berpikir bahwa Jepang telah menjadi tim yang sedang berantakan saat ini. Saya pikir kami belum mendapatkan hasil yang seharusnya dan belum mencapai kemampuan maksimal kami.

“Para pemain sudah berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan bulan Maret, tetapi saya pikir seharusnya mereka bisa memberi lebih banyak. Kita harus bersatu sebagai satu tim. Kami harus menggabungkan setiap posisi dan fungsi masing – masing pemain sebagai tim.

“Ada celah di mana sepak bola Jepang tidak dapat maju di Piala Dunia karena beberapa kekurangan, dan Halilhodzic ingin para pemain untuk dapat bersaing pada standar itu. Dia ingin mereka menjadi lebih kuat dalam duel satu lawan satu. Hal ini sangat penting dan menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh sepakbola Jepang.

“Anda harus mampu menyerang langsung dari berbagai sudut yang berbeda. Namun sepakbola Jepang memang memiliki gaya tersendiri dan itu melibatkan keterampilan, disiplin dan organisasi. Saya ingin menggunakannya sebagai dasar bagi saya untuk membangun tim ini. ”

Jepang, yang telah turun ke posisi 60 pada Peringkat Dunia FIFA terbaru, dan ini merupakan posisi terburuk mereka dalam 18 tahun. Walaupun demikian, Nishino tetap yakin mereka bisa mencapai putaran 16 besar.

“Saya ingin mendapatkan hasil,” kata Nishino, yang memimpin Gamba Osaka ke FIFA Club World Cup Japan 2008 kebabak semifinal, di mana mereka tampil mengagumkan walaupun mengalami kekalahan 5-3 yang menegangkan dari Manchester United. “Ini adalah Piala Dunia, jadi saya ingin kami menunjukkan bahwa kami cukup bagus untuk dapat lolos ke babak sistem gugur.

Hidetoshi Nakata saat melawan Argentina di Piala Dunia 1998 Prancis

“Tapi pertama-tama saya ingin para pemain tampil dengan cara yang mereka masing – masing. Kami memiliki para pemain yang semangat untuk melakukan itu. ”

Jepang tidak hadir di Piala Dunia sampai Hidetoshi Nakata menginspirasi mereka ke Prancis 1998, tetapi Rusia 2018 mendatang akan menjadi partisipasi keenam bagi Jepang berturut-turut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *