Kesempatan Terakhir Para Legenda di Rusia 2018

Semangat Piala Dunia seringkali membuat kita tidak bisa melupakan nya, tidak ada kesempatan untuk mundur selangkah pun untuk merebut gelar paling bergengsi itu. Beberapa pemain yang telah menghabiskan waktu bertahun – tahun untuk membela klub dan negara mereka dengan tujuan menghibur penggemar di seluruh dunia.

FIFA.com melihat empat pemain bintang yang akan meninggalkan panggung sepakbola dan memberikan kesempatan penampilan terakhir mereka di Piala Dunia 2018 Rusia.

Rafael Marquez (39 tahun)
Meksiko

“Saya kira tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan apa yang telah diwakilinya untuk semua pemain Meksiko. Jika saya harus memberinya tempat saya, saya akan membiarkan dia memilikinya.”
Carlos Vela, rekan setim Meksiko

Setelah pensiun dari klub sepakbola pada bulan April, memulai di Atlas di mana ia memulai karir profesionalnya 22 tahun yang lalu, Rusia 2018 akan benar-benar menjadi kesempatan penampilan terakhir untuk menikmati aksi pria yang dikenal sebagai El Kaiser. Marquez akan menyamai rekor sepanjang masa untuk tampil di lima Piala Dunia seandainya dia bermain, menyamai rekan senegaranya Antonio Carbajal serta Lothar Matthaus dari Jerman.

Sebenarnya, dia bisa saja untuk mencetak rekor baru, setelah memulai debutnya pada tahun 1997, kehilangan momen di Prancis pada tahun 1998 sebagai pemain berusia 19 tahun. Namun, ketika dia telah memakai ban kapten di Korea / Jepang 2002, hal itu membuat dia menjadi pemain pertama yang menjadi kapten timnya di empat Piala Dunia secara berturut-turut.

Debut Piala Dunia : Meksiko 1-0 Kroasia, 3 Juni 2002
Turnamen : 2002, 2006, 2010, 2014
Penampilan sejauh ini : 16 kali
Momen Piala Dunia yang Mengesankan: Mencetak gol pertama di pertandingan pembukaan Afrika Selatan 2010.

Andres Iniesta (34 tahun)
Spanyol

“Dia pemain Spanyol paling berbakat sepanjang masa.”
Xavi, mantan rekan setim nya di Barcelona dan Spanyol

Johannesburg, ini adalah tempat dimana saat penampilan menonjol Iniesta dalam sejarah Piala Dunia. Sementara generasi masa depan mungkin akan mengingatnya karena tendangan volinya pada saat perpanjangan waktu melawan Belanda, dia benar dianggap sebagai pemain yang bisa mengubah permainan menjadi pertunjukan seni yang interpretatif.

Setelah mendapatkan debut pada Timnas Spanyol hanya dua minggu sebelum Jerman 2006 dimulai, ia telah menjadi tokoh sentral sejak itu. Sekarang, setelah memainkan pertandingan terakhirnya bagi Barcelona untuk mengakhiri karier selama dua dekade yang panjang, ia dipilih untuk memakai kaos tim nasional untuk terakhir kalinya.

Debut Piala Dunia : Arab Saudi 0-1 Spanyol, 23 Juni 2006
Turnamen : 2006, 2010, 2014
Penampilan sejauh ini : 10 kali
Momen Piala Dunia yang Mengesankan : Mencetak gol yang memenangkan Spanyol di partai final Afrika Selatan 2010.

Tim Cahill (38 tahun)
Australia

“Timmy adalah Timmy, itu sebabnya dia adalah yang terbaik di negaranya yang pernah ada.”
Ange Postecoglou, mantan pelatih setelah Cahill membawa Socceroos ke babak play off antar benua 2018 Rusia

Satu-satunya sosok yang konsisten di seluruh era modern Piala Dunia Australia, Cahill telah banyak menghabiskan waktu untuk menjadikan dirinya pahlawan, dia memberi mereka kemenangan pertama mereka di putaran final global dengan dua gol melawan Jepang di pertandingan pertama mereka di Jerman pada tahun 2006.

Dia telah membuat lima gol sejauh ini, dengan penampilan nya saat melawan Chili di Brasil 2014 membuatnya menjadi orang Australia pertama yang mencetak gol di tiga Piala Dunia. Dia juga bisa menambah prestasinya sebagai pencetak gol terbanyak di negara itu dengan menjadi pemegang rekor  mereka di Rusia.

Debut Piala Dunia : Australia 3-1 Jepang, 12 Juni 2006
Turnamen : 2006, 2010, 2014
Penampilan sejauh ini : 8 kali
Momen Piala Dunia yang Mengesankan : Tendangan terbaiknya yang dikenal dengan tendangan petir saat melawan Belanda di Brasil 2014.

Javier Mascherano (33 tahun)
Argentina

“Javier adalah salah satu pemain paling cerdas yang pernah saya lihat dalam karir saya.”
Pep Guardiola, mantan pelatih di Barcelona

Sementara beberapa orang mungkin mengabaikan nilai Mascherano, fakta bahwa ia telah memainkan setiap menit dari tiga Piala Dunia terakhir di Argentina membuktikan bahwa ia ada di dalam kubu La Albiceleste. Sebelum melatih mereka di Afrika Selatan, Diego Maradona menggambarkan Argentina sebagai “Mascherano dan sepuluh pemain lainnya”, kemudian menjadikan gelandang bertahan sebagai kaptennya.

Sangat dekat untuk meraih gelar juara saat empat tahun lalu, sebelum akhirnya gagal pada perpanjangan waktu oleh Mario Gotze untuk Jerman, peluang terbaik mereka sudah terlewatkan. Namun, ia memiliki satu kesempatan terakhir untuk mewujudkan mimpinya dengan Argentina di Rusia 2018.

Debut Piala Dunia : Argentina 2-1 Cote d’Ivoire, 10 Juni 2006
Turnamen : 2006, 2010, 2014
Penampilan sejauh ini : 16 kali
Momen Piala Dunia yang Mengesankan : Tekelnya pada menit ke-90 untuk menahan langkah Arjen Robben untuk mencetak gol kemenangan di semifinal Brasil 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *