Jatuhnya “Sang Raksasa” Sepakbola Tahun 1954

Tidak digelarnya Piala Dunia 1942 dan 1946 diakibatkan oleh Perang Dunia II. Akhirnya, pada tahun 1950 mulai digelarnya Piala Dunia kembali dan FIFA pada tahun 1954 mencari tempat yang netral untuk menyelenggarakan pesta akbar sepakbola empat tahunan tersebut di Swiss.

Swiss dianggap sebagai negara paling netral karena sama sekali tidak terpengaruh oleh Perang Dunia II, baik itu blok timur maupun dari blok barat. Walaupun Swiss merupakan negara kecil, yang berpenduduk hanya delapan juta jiwa, namun Swiss memiliki perekonomian yang stabil. Dan yang terpenting Swiss memiliki stadion – stadion yang layak untuk menjadi tempat pertandingan dalam Piala Dunia.

Total sebanyak 16 tim yang lolos dari kualifikasi dan terbagi menjadi empat grup. Pada babak 16  besar ini, Korea Selatan adalah tim Asia pertama kalinya yang resmi lolos melalui kualifikasi. Pada Piala Dunia 1954 ini juga ditandai dengan ikut sertanya raksasa sepakbola pada masa itu, yakni Hungaria.

Timnas Hungaria sangat ditakuti lawannya pada masa itu. Hongaria diperkuat oleh para pemain hebat seperti Czibor, Ferenk Puskas, Kocsis, Hidegkuti, Zacarias J Toth, dan masih banyak lainnya. Hungaria lolos dari kualifikasi dikarenakan Polandia menarik diri saat hendak melawan Hongaria pada kualifikasi.

Pada babak penyisihan Piala Dunia 1954, Hongaria mencatatkan prestasi yang luar biasa. Mereka mengalahkan Korea Selatan dengan sembilan gol tanpa balas. Hongaria juga menghabisi Jerman Barat dengan skor 8 – 3. Hongaria menjadi juara grup dan Jerman sebagai runner up.

Pada perempat final yang sudah menerapkan sistem gugur, timnas tangguh seperti Brasil pun dipaksa bertekuk lutut dengan skor 2 – 4. Pada babak semifinal melawan Uruguay, melawan sang juarapun Hungaria mampu menang dengan skor 4 – 2.

Pada final Piala Dunia 1954 Hungaria kembali bertemu Jerman yang pernah dikalahkannya dengan skor 8 – 3. Jerman berhasil lolos ke partai final setelah mengalahkan Austria dengan skor telak 6 – 1 pada semifinal.

Baca JugaMeninggalnya Sang Maestro Hans Schafer, Pemain Penting di Jerman Barat

Pada laga final melawan Jerman, hampir seluruh penonton di Swiss sudah sangat yakin bahwa Hungaria yang akan tampil sebagai juara. Bagaimana tidak, pada menit keenam dan kedelapan, Hungaria sudah memimpin dengan dua gol yang dicetak oleh Puskas dan Czibor. Namun, Jerman berhasil membalas dua menit kemudia berkat gol Max Morlock menit ke-10 dan Helmut Rahn pada menit ke-17 dan gol kemenangan tercipta dari Rahn pada menit ke-84.

Meskipun partai yang sangat dramatis pada Piala Dunia 1954 ini, Hungaria tetap akan dikenang karena permainan yang sangat indah. Setelah Piala Dunia 1954 berakhir, Puskas pindah ke Real Madrid, Kocsis dan Czibor ke Barcelona, dan Hidegkuti pindah ke Jerman. Meski bermain di klub baru, mereka tetap menjadi bintang lapangan bagi klub barunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *