Deadline Untuk Jessica Oleh FIFA Sebagai Relawan Piala Dunia 2018

Seorang mahasiswi di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yabari – Aba di Bandung saat ini sedang menjadi pembicaraan. Hal ini karena ia terpilih menjadi volunteer Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia.

Jessica sendiri mengatakan awalnya ia tidak berniat untuk terlibat di Piala Dunia 2018 sebagai volunteer. Pada tahun 2016, awalnya Jessica hanya ingin mencari kesibukan lain yang membuatnya berguna bagi banyak orang. Dari motivasinya ini, ia mencari kegiatan di dunia maya.

Di dunia maya, ia menemukan pengumuman tentang pendaftaran volunteer untuk Piala konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018. Namun, ia gagal memenuhi persyaratan pada Piala Konfederasi 2017 dan ternyata, ia malah dinyatakan lolos untuk Piala Dunia 2018. Jessica termasuk dalam 17.040 orang yang terpilih dari 176.870 jumlah orang yang mendaftar.

“Setelah gagal di Piala Konfederasi, saya sendiri tidak terlalu berharap. Pada saat dinyatakan lolos untuk Piala Dunia, ini adalah kejutan bagi saya. Semua proses ini dilakukan via online. Dimulai dari pendaftaran, tes bahasa Inggris, dan terakhir sesi wawancara,” kata Jessica.

Bahasa Inggris adalah salah satu bidang yang sudah dikuasai oleh perempuan yang lahir tanggal 27 April 1994 itu. Pada saat mendaftar, dirinya mengajukan diri menjadi volunteer di bidang ticketing dan katering, tapi ia malah diterima untuk bidang akreditasi.

Masalah Utama Biaya

Saat ini Jessica tengah terancam akan gagal berangkat ke Rusia dikarenakan permasalahan dana. FIFA memang akan menanggung semua biaya untuk volunteer, namun biaya itu tidak termasuk tiket kedatangan dan kepulangan.

Jessica sendiri mengestimasi soal dana yang mungkin dibutuhkannya senilai 50 juta. Tapi, estimasi ini untuk keberangkatan 10 Juni 2018. Namun, ia mendapatkan email kalau dirinya harus sudah berada di Rusia pada tanggal 30 Mei 2018.

“Rencana awal saya akan beli satu tiket perjalanan. Saya sepertinya harus membeli tiket dari Jakarta ke Moskow dahulu, setelah menginap di hotel semalam, saya akan ke kota tujuan keesokan harinya,” ungkap Jessica.

Untuk dapat mewujudkan semua keinginannya itu, Jessica akan meminta bantuan pada semua pihak. Media pun ikut membantu dengan menyebarkan informasi mengenai kendala Jessica ini.

Tidak Merasa Kecewa Bila Gagal

Pada hari Jumat (6/4/2018), ia telah melakukan pembicaraan dengan pihak kampus yang berniat akan memberikan bantuan kepada Jessica. Jessica mengatakan bahwa bantuan dari pihak kampus tidak akan penuh, dan ia juga tidak tahu besaran nilai bantuannya.

Jessica – Seorang mahasiswi di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yabari – Aba di Bandung

Dirinya juga telah berusaha untuk meminta bantuan ke Kemenpora melalui email. Tetapi, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan balasan dari Kemenpora.

Masalah utama Jessica adalah berpacu dengan waktu yang diberikan FIFA. Hal utama ini dikarenakan pihak dari panitia meminta bukti tiket perjalanan pulang paling lambat pada tanggal 18 April 2018.

“Jika tidak jadi berangkat ya tidak apa – apa. Saya sudah berusaha semampu saya. Akan lebih menyesal lagi jika saya tidak berusaha. Saya juga sudah siap untuk resign dari kantor saya jika mereka tidak memberikan izin kepada saya untuk melakukan kegiatan ini. Terakhir, bila ada kesempatan, saya akan kembali untuk mendaftar pada Piala Dunia 2022,” kata Jessica.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *