Batistuta : Jika Hanya Bergantung Pada Messi, Ini Sangat Berbahaya

Gabriel Batistuta telah memperingatkan bahwa Timnas Argentina tidak bisa jika hanya mengandalkan Lionel Messi di Piala Dunia 2018 Rusia. Seperti yang mereka lakukan pada babak kualifikasi, sangat banyak pertandingan di kualifikasi yang hanya bergantung pada Messi.

La Albiceleste hanya mengelola tujuh poin dari kemungkinan yang seharusnya bisa 24 tanpa adanya ‘The Atomic Flea’ merupakan sebutan dalam tim terdahulu mereka. Dengan dia, mereka mampu meraih 21 poin dari kemungkinan 30, yang puncaknya pada kemenangan 3-1 di Ekuador yang memastikan Argentina tidak pernah tidak lolos di Piala Dunia pertama mereka sejak Meksiko 1970.

“Messi adalah pemain hebat yang bisa bermain di tim apapun pun,” kata Batistuta. “Saya selalu menginginkan dia untuk berada di tim saya, tetapi bila hanya bergantung pada pemain yang tampaknya tidak adil bagi saya, karena dengan tingkat tim nasional yang akan kami hadapi di Piala Dunia, tergantung pada seorang pemain akan sangat berbahaya. ”

Ketergantungan yang berlebihan pada Messi bukanlah satu-satunya masalah di mana pelatih Jorge Sampaoli harus menemukan solusi yang tepat bagi Timnas Argentina. Tidak ada yang membuat posisi striker mereka sendiri, dengan para pemain seperti seperti Sergio Aguero, Dario Benedetto, Gonzalo Higuain, Mauro Icardi dan Lautaro Martinez di antara mereka yang  saling berkompetisi.

“Bagi saya, No 9 di timnas seharusnya Higuain, dan saya pikir bahwa pelatih juga berpikiran sama,” kata Batistuta. “Ada banyak tekanan datang padanya – setiap sentuhan harus menjadi gol. Mari kita berharap bahwa di Piala Dunia setiap orang mampu untuk melakukannya.

“Ada No 9 lain yang bisa memberi jaminan kepada pelatih. Tidak ada masalah jika pelatih mendapatkan pilihan yang banyak. Ini justru merupakan masalah yang bagus, karena memiliki banyak pemain depan yang tidak dimiliki oleh banyak negara. ”

Argentina berada di Grup D di Rusia 2018, bersama Islandia, Kroasia, dan Nigeria.

Batistuta adalah satu-satunya orang yang mencetak hattrick di lebih dari satu Piala Dunia, telah melakukannya melawan Yunani pada 1994 dan Jamaika pada ’98. ‘Batigol’ adalah pencatat rekor Argentina selama 20 tahun – ia berbagi dengan Diego Maradona selama 15 bulan, sampai akhirnya dikalahkan Messi pada tahun 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *