10 Fakta Piala Dunia 1962

Kilas balik 10 fakta Piala dunia 1962 yang berlangsung di Chile, berikut adalah penjelasannya :

  1. Pada bulan Mei 1960, Chile diguncang gempa yang hebat yang menghancurkan banyak infrastruktur negara ini. Carlos Dittborn yang menjabat sebagai Presiden Organisasi Piala Dunia Chile membuat slogan yang dapat menarik simpati FIFA memilih Chile sebagai tuan rumah, yakni “Kami tidak mempunyai apa – apa sekarang, kami hanya akan membangun infrastruktur untuk berlangsungnya Piala Dunia,” katanya.
  2. Dittborn meninggal dunia sebelum acara Piala Dunia dimulai. Namanya diabadikan pada salah satu stadion Piala Dunia di Arica sebagai penghormatan atas kerja kerasnya.
  3. Banyaknya tim pada Piala Dunia 1962 yang bermain bertahan, membuat perolehan gol pada Piala Dunia ini menurun drastis dengan rata – rata hanya 2,78 gol per laga. Sebelumnya rata – rata gol adalah tiga gol per laga.
  4. Pertarungan Santiago terjadi pada Piala Dunia 1962 ini dimana Chile bertemu dengan Italia. Pertemuan ini menjadi ajang saling pukul antara pemain, akibatnya tim Italia harus dikawal ketat keluar lapangan saat pertandingan telah selesai.
  5. Chile sebagai tuan rumah berhasil melaju ke babak semi final, sayang langkahnya dihentikan Brasil dengan skor 4 – 2 untuk Brasil yang berlangsung di Stadion Vina del Mara yang disaksikan 76 ribu penonton.
  6. Tiket pertandingan pada Piala Dunia 1962 ini dijual menggunakan mata uang dolar US (Amerika Serikat).
  7. Piala Dunia 1962 merupakan ajang yang terakhir disiarkan di Eropa, hal ini dikarenakan tidak adanya sambungan dan jaringan satelit dari Amerika ke Eropa. Akibatnya, di Eropa pertandingan ini ditayangkan dua hari lebih lambat dari pertandingan asli.
  8. Cara unik Chile pada Piala Dunia 1962. Dikabarkan sebelum melawan Swiss, mereka memakan keju, makan spaghetti sebelum mengalahkan Italia, minum vodka sebelum mengalahkan USSR, dan minum kopi sebelum berhadapan dengan Brasil.
  9. Marcos Coll, pemain Kolombia yang merupakan satu – satunya pemain yang bisa mencetak gol melalui tendangan sepak pojok saat timnya bermain imbang 4 – 4 melawan Uni Soviet dan rekor itu bertahan sampai sekarang.
  10. Igor Netto, pemain Uni Soviet yang menunjukkan sikap fair play pada Piala Dunia 1962 saat timnya melawan Uruguay. Netto meminta wasit menganulir gol yang dicetak temannya, yakni Igor Chislenko, dikarenakan bola masuk ke gawang melalui sisi luar jaring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *